Winter in Kanto (Part 5)

"If you can dream it. You can do it." -Walt Disney-

Hari keempat, saya dan Vitha menghabiskan waktu di Disneysea yang terletak di prefektur Chiba. Dari stasiun Higashi-Jujo, kami naik JR Keihin-Tohoku line menuju stasiun Tokyo. Sesampainya di stasiun Tokyo, kami keluar sebentar untuk mencari money changer. Kebetulan persediaan yen-nya Vitha menipis.

Stasiun Tokyo Tampak Depan

Gedung-gedung Pencakar Langit di Sekitar Stasiun Tokyo

Stasiun Tokyo ini sangat luas. Hampir setengah jam kami berkeliling mencari money changer yang ternyata berada di salah satu pintu masuk/keluar stasiun. Sesampainya di money changer, kami dibuat shock dengan harga tukar rupiah ke yen yang mereka tawarkan. Meskipun begitu, Vitha tetap menukarkan uangnya.

PELAJARAN HIDUP : Nilai tukar rupiah ke yen di sini sangat lemah. Sebaiknya kalau mau jaga-jaga bawa dollar Amerika atau gunakan kartu kredit saja.

Setelah itu, kami masuk kembali ke dalam stasiun dan naik JR Keiyo line dengan tujuan stasiun Maihama. Di dalam kereta, suasananya cukup ramai dan berisik. Sebagian besar penumpangnya adalah anak SMA yang "sepertinya" satu tujuan dengan kami.


Stasiun Maihama langsung terhubung dengan stasiun Resort Gateway Disney Resort. Di pintu masuk, kami menemukan Duffy Bear raksasa yang merupakan maskot dari Disneysea. Kebetulan saat kami datang, Disneysea sedang mengusung tema "Sweet Duffy". Kawaii >__<




Kemudian, kami naik Disney monorail yang desainnya tidak kalah kawaii. Jendela dan pegangan tangannya berbentuk kepala Mickey. Selain itu, di setiap stasiun juga memutar lagu-lagu Disney. Salah satunya adalah Someday My Prince will Come yang merupakan soundtrack dari Snow White.



Setelah melewati gerbang pemeriksaan tiket, kami langsung jingkrak-jingkrak kesenangan. Maklum lah, dari kecil kami tumbuh dengan tayangan dan produk-produknya Disney :p


Tempat pertama yang kami tuju adalah toko souvenir. Tidak lengkap rasanya kalau ke sini tanpa menggunakan hiasan kepala khas Disney. Saya pun membeli sebuah bando Mickey The Sorcerer's Apprentice.



Kemudian kami masuk ke kawasan Mediterranean Harbor. Kawasan ini didesain mirip seperti kota-kota di Eropa Selatan.





Lalu, kami ke kawasan Lost River Delta. Rencananya kami mau bermain di India Jones Adventure (roller coaster) yang menjadi salah satu wahana favorit di Disneysea. Tapi sampai di sini ternyata wahananya sedang dalam perbaikan a.k.a tutup :(



Untuk meredakan kekecewaan, kami naik Transit Steamer Liner (kapal) yang mengitari hampir semua kawasan Disneysea. Saat sedang antre, kami juga melihat ada antrean foto dengan Donald. Kawaii banget tingkahnya >__<




Setelah berkeliling selama 15 menit, kami menuju Mysterious Island untuk bermain Journey to the Center of the Earth (roller coaster). Wahana ini juga termasuk wahana favorit. Antreannya sangat panjang. Kami membutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk bisa naik wahananya. By the way, sebenarnya di sini ada fasilitas fast pass dimana kita tidak perlu antre lama. Tapi karena kami datangnya kesiangan, jadi fast pass-nya sudah habis.



Dari Mysterious Island, kami menuju kawasan American Waterfront untuk makan siang. Kami makan di The Teddy Roosevelt Lounge yang terletak di dalam kapal SS Columbia.

(source: pointsaway.com)

Saya sangat menyukai desain dari lounge ini. Vintage and classy. Saya jadi merasa seperti di salah satu set dalam film Titanic. Jack! Mana Jack? :D


(source: disneytouristblog.com)

(source: disneytouristblog.com)

Untuk makanannya, saya memesan deep-fried prawn sandwich on multi-grain bread with fried potatoes. Rasanya so yummieee! Terutama rotinya (y)


Setelah makan siang, saya dan Vitha menonton pertunjukan tari dari Mickey and friends di Dockside Stage yang masih terletak di area kapal SS Columbia. Pertunjukan dibuka oleh Lumiere (lilin di Beauty and The Beast). Kemudian, ada Chip 'n Dale, Daisy, Goofy, hingga romantic moment by Mickey and Minnie >___<





Dari situ, kami berjalan ke arah Tower of Terror (wahana dimana pengunjung dijatuhkan dari ketinggian). Antreannya sangat panjang. Untungnya kami bukan adrenaline junkie. Jadi, tidak masalah kalau tidak main :p


Kebetulan, di depan Tower of Terror ada rombongan Marie (kucing di The Aristocats) dan kawan-kawan. Kami pun mengambil kesempatan untuk berfoto dengan salah satu karakter tikus yang ada (Marie-nya keburu kabur).


Lalu, kami berjalan ke arah Toy Story Mania (permainan tembak-tembakan 3D). Tapi, lagi-lagi antreannya sangat panjang. Akhirnya, kami memutuskan untuk menonton pertunjukan musik saja di Broadway Music Theatre.



Tidak terasa hari mulai gelap. Masih ada 2 kawasan lagi yang belum kami datangi. Mermaid Lagoon dan Arabian Coast. Kami ke Mermaid Lagoon terlebih dahulu. Karena sebagian besar wahananya diperuntukkan bagi anak-anak, kami pun lebih banyak menghabiskan waktu di toko souvenir :p








Setelah itu, kami baru ke kawasan Arabian Cost untuk menonton pertunjukan 3D di The Magic Lamp Theatre. Pertunjukannya mengenai karakter Genie dari Aladdin.



Keluar dari The Magic Lamp Theatre, kami mendengar pengumuman kalau tidak lama lagi Disneysea akan tutup. Biasanya setiap berkunjung ke sebuah theme park, saya menutup hari dengan bermain carousel. Tidak terkecuali dengan ini. Saya pun langsung mengajak Vitha ke Caravan Carousel yang masih terletak di kawasan Arabian Cost untuk bermain :D

See you, Disney!

Sebelum pulang, kami duduk-duduk cantik dulu di Honolulu Coffee yang terletak di Ikspiari Mall Disney Resort. Saya sendiri memesan caffe mocha dan macademia nut pancake yang merupakan menu favorit di sini. Overall, pancake-nya enak. Hanya saja menurut saya yang pecinta dark chocolate ini, rasa pancake ini terlalu manis :p



Komentar

Postingan Populer