Winter in Kanto (Part 4)

Berlibur saat musim dingin, belum lengkap rasanya kalau belum bermain salju. Karenanya, di hari ketiga ini saya dan Vitha berkunjung ke Gala Yuzawa Snow Resort yang terletak di prefektur Niigata. Dari stasiun Higashi-Jujo, kami naik JR Keihin-Tohoku line. Turun di stasiun Tokyo dan pindah ke shinkansen Max Tanigawa menuju stasiun Gala Yuzawa.




Lama perjalanan dari Tokyo ke Gala Yuzawa kurang lebih 70 menit. Karena kebanyakan melewati terowongan (masuk ke dalam gunung), jadi hampir setengah perjalanan kami habiskan dengan tidur. Tiba-tiba, saya terbangun dan melihat papan pengumuman kalau sebentar lagi kereta akan berhenti di stasiun yang ada kata "Yuzawa" nya. Saya kaget dan langsung membangunkan Vitha untuk bersiap-siap turun. Menurut info yang didapat, Gala Yuzawa Snow Resort itu langsung terhubung dengan stasiun. Tapi kok ini tidak ada tanda-tanda keberadaan resort-nya sama sekali ya ???


Keluar stasiun - Ada hujan salju - Kegirangan sampai lupa kalau tempat yang dituju belum ketemu - Kedinginan - Inget lagi sama tujuan awal - Masuk ke dalam nanya petugas - Ternyata itu stasiun Echigo-Yuzawa, bukan Gala Yuzawa. WAK WAWWWW!!! :D


Untung saja kami menggunakan JR Tokyo Wide Pass. Jadi tidak masalah naik-turun shinkansen seperti ini. Tahu sendiri harga tiket shinkansen hampir sama dengan harga tiket pesawat. *sigh*


Begitu sampai di Gala Yuzawa, kami langsung ke pusat informasi dan penyewaan. Kami membeli tiket gondola dan menyewa outwear, boots, serta papan sled. Sebenarnya ingin juga mencoba bermain ski atau snowboard. Tapi karena badan ini rasanya sudah remuk redam sejak tragedi menginap di airport kemarin, jadi lah kami memutuskan untuk bermain sled saja. *alasan tingkat dewa*



Sebelum mengambil peralatan yang disewa, kami mengisi formulir penyewaan terlebih dahulu. Oh iya, di sini tidak perlu khawatir dengan bahasa. Selain semua petunjuk informasinya menggunakan 2 bahasa, yaitu Jepang dan Inggris, Gala Yuzawa Snow Resort juga memiliki banyak staf asing yang bisa berbahasa Inggris dan Cina. Lebih detilnya bisa lihat di :

http://www.galaresort.jp/winter/english/


Setelah berganti pakaian dan menyimpan barang di loker, kami naik gondola menuju tempat bermain sled. The view was TOTALLY BREATHTAKING! Saya tidak bisa berkata apa-apa selain mengucap Subhanallah berkali-kali :O





Sesampainya di atas, ternyata suasananya lumayan ramai. Padahal kami datang di hari kerja. Kami pun langsung menuju area sled yang luasnya hanya seiprit. Mana yang main banyakan anak kecil pulak :D







Udara dingin membuat kami cepat lapar. Kami pun makan siang di food court yang ada di sekitar arena bermain. Masing-masing dari kami memesan paket nasi dengan ayam teriyaki. Kemudian, kami langsung turun kembali dengan gondola, mengembalikan barang yang kami sewa, dan menuju tempat spa-nya untuk mandi air panas.



Setelah membayar paket spa, kami diberi handuk dan kunci loker. Kami pun masuk ke ruang ganti dan menyimpan barang di loker. Lalu, kami masuk ke ruang kolam air panas. Sebelum masuk ke kolam air panas, kami mandi dulu. Di pinggir kolam tersedia banyak shower beserta sabun cair dan shampoo. By the way, di sini harus totally naked ya. Jadi siap-siapin mental deh :p



(source: www.ellejess.com)

Selain kolam air panas, di sini juga ada ruang sauna. Kami pun mencoba sebentar. Di bagian luar juga terdapat kolam air panas dan jacuzzi. Tapi syaratnya harus menggunakan baju renang. Sayang kami tidak bawa :|

(source: www.benablog.com)

(source: www.att-japan.net)

Sementara itu, di ruang ganti tersedia hair dryer, sisir, body lotion, dan face water. Pokoknya cukup bawa diri aja lah kalau mau ke sini ;)


Setelah ganti pakaian dan mengambil barang di loker, kami mencoba kursi pijat 3D yang ada di sekitar area lobby spa. Harganya 200 yen untuk 15 menit. Dari kepala, tangan, badan, hingga kaki, semuanya dipijat otomatis (y)


Sekitar pukul 3 sore, kami kembali ke stasiun. Sambil menunggu shinkansen, kami masuk ke toko oleh-oleh sebentar. Ternyata Niigata terkenal dengan buah pirnya. Makanya, sebagian besar snack yang dijual di sini berbahan pir.


Tujuan kami berikutnya adalah Harajuku. Dari stasiun Gala Yuzawa kami kembali ke stasiun Tokyo dengan shinkansen. Kemudian, kami naik JR Yamanote line dan turun di stasiun Harajuku. Hampir sama dengan Shibuya, Harajuku juga merupakan pusat fashion anak muda Jepang. Bedanya, di sini taste fashion-nya lebih unik (biasa disebut dengan Harajuku style).

Psssttt..ini cowok lho ;)

Dari stasiun Harajuku, kami menyebrang ke arah Takeshita street. Di sini sangat ramai pengunjung. Untung saja kami datang di hari kerja. Nggak kebayang deh kalau weekend gimana. *sigh*





Tujuan pertama kami adalah Daiso. Di sini saya membeli aneka snacks sebagai oleh-oleh. Rata-rata harganya hanya 100 yen saja kakaaakkk! *kalap mode on*

(source: www.instagram.com/vitaaaputriii/)

Setelah itu, kami masuk ke sebuah warung takoyaki. Entah karena lapar atau kedinginan, yang pasti rasa takoyaki di situ endes banget :p


Kemudian, kami menghabiskan waktu (lagi-lagi) di sebuah toko kosmetik. Sampai hampir tutup tokonya, kami baru keluar. Sebelum kembali ke hotel, kami makan malam dulu di restoran Sakura Suisan yang terletak tidak jauh dari stasiun Harajuku. Menunya sebagian besar seafood. Kami pun memesan paket sushi dan gyoza. Untuk rasa..boleh laahhhh :D



Komentar

Postingan Populer