Winter in Kanto (Part 3)

Hari kedua kami habiskan di daerah Kawaguchiko dan sekitarnya (terletak di prefektur Yamanashi). Dari stasiun Higashi-Jujo kami naik JR Keihin-Tohoku line menuju stasiun Tabata. Kemudian pindah ke JR Yamanote line dan turun di stasiun Shinjuku untuk naik shinkansen Azusa menuju stasiun Otsuki.


Perjalanan dari Shinjuku ke Otsuki ditempuh dalam waktu kurang lebih satu jam. Pemandangan gedung-gedung tinggi perlahan berganti dengan rumah-rumah penduduk dan lahan-lahan luas yang ditutupi salju. Hwaaaaa..akhirnya bisa juga lihat salju! *norak mode on*






Dari stasiun Otsuki, kami melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kereta Fujisan milik Fujikyu Railway. Desain keretanya lucu-lucu. Salah satunya bergambar karakter gunung Fuji seperti di bawah ini.


Sesampainya di stasiun Kawaguchiko, kami langsung membeli tiket terusan omni/retro bus. Bus ini memiliki 2 rute, yaitu red line (mengitari sekitar danau Kawaguchiko) dan green line (mengitari sekitar danau Saiko). Lebih detilnya bisa lihat di :

http://bus-en.fujikyu.co.jp/heritage-tour/detail/id/1/




Tujuan pertama kami adalah Kawaguchiko Shizen Seikatsukan (Natural Living Center) yang terletak di red line area. Menurut info yang didapat, tempat ini merupakan salah satu spot bagus untuk melihat gunung Fuji. Tapi ternyata kami kurang beruntung. Siang itu hampir seluruh bagian gunung Fuji tertutup awan :(


Meskipun begitu, pemandangan lain di sekitar Kawaguchiko Shizen Seikatsukan tidak kalah indahnya. Hamparan lavender beku dan gunung lain di sekitarnya, lumayan mengobati kekecewaan kami.





Selain itu, di sini juga terdapat pusat oleh-oleh khas gunung Fuji. Saya pun membeli beberapa cemilan, sabun mandi, dan tempelan kulkas sebagai oleh-oleh.





Kemudian, saya dan Vitha duduk-duduk sebentar di coffee shop-nya. Kami memandangi keindahan danau Kawaguchiko sambil minum secangkir caffe latte panas. It almost perfect. Kurang laki aja :p


Setelah itu, kami kembali ke arah stasiun Kawaguchiko, turun di depan Town Office, dan pindah ke green line bus. Tujuan kami berikutnya adalah Saiko Iyashi no Sato Nenba (Healing Village).




Pemandangan di green line area (danau Saiko) cukup berbeda dengan red line (danau Kawaguchiko). Jika sebelumnya saat ke danau Kawaguchiko kami masih banyak melihat rumah penduduk dan penginapan, maka di sini suasananya lebih eksotis karena didominasi oleh hutan pinus dan kabut yang cukup tebal.





Saiko Iyashi no Sato Nenba pada zaman dulunya merupakan desa petani. Sekarang sudah alih fungsi menjadi museum, restoran, dan toko yang menjual aneka kerajinan tangan. Sesuai dengan namanya (healing village), suasana di sini memang sangat tenang dan damai. Say goodbye lah sama stres :D






Setelah berkeliling sebentar, kami masuk ke sebuah restoran udon untuk makan siang. Saya memesan tanuki udon (udon yang disajikan dengan agetama/tenkatsu/remah tepung dari tempura), sementara Vitha memesan kare udon. Rasanya benar-benar OISHII! Bisa dibilang ini adalah udon terenak yang pernah saya makan (y)





Setelah makan, kami langsung kembali ke stasiun Kawaguchiko. Oh iya, kalau ke sini jangan lupa untuk membeli stroberi khas Yamanashi. Bentuknya lebih besar dari stroberi di Indonesia. Warnanya juga cerah dan menggugah selera. Yuuummmm!


Sesampainya di stasiun Kawaguchiko, ternyata kereta yang tersedia adalah commuter line rapid dengan tujuan Tokyo. Enaknya, kami tidak perlu turun di stasiun Otsuki lagi untuk ganti kereta. Tapi, perjalanan jadi lebih lama karena keretanya berhenti hampir di semua stasiun yang dilewati :D


Tujuan kami berikutnya adalah Shibuya. Setelah turun di stasiun Shinjuku, kami pindah ke JR Yamanote line dan turun di stasiun Shibuya. Di depan stasiun terdapat patung Hachiko yang sangat terkenal.


Shibuya sendiri terkenal sebagai pusat fashion bagi anak muda Jepang. Salah satu pusat perbelanjaan yang tidak boleh dilewatkan di sini adalah Shibuya 109. Sayangnya kami datang kemalaman, jadi tidak sempat masuk ke situ :(





Dari patung Hachiko, kami menyebrang ke arah Starbucks melalui Shibuya crossing. Pengalaman menyebrang di Shibuya crossing juga tidak boleh dilewatkan. Bayangkan saja, dalam waktu bersamaan semua orang menyebrang dari berbagai arah. Tahu sendiri kan orang Jepang jalannya kayak apa :p



Starbucks yang kami tuju merupakan salah satu tempat favorit untuk menikmati Shibuya crossing dari atas. Tapi, saat itu kursi di pinggir jendelanya tidak ada yang kosong. Jadi lah kami hanya membeli tumblr bertuliskan Tokyo saja sebagai oleh-oleh.


Lalu, kami masuk ke salah satu toko kosmetik. Produknya lucu-lucu dan merk-nya juga beragam. Kami sampai kalap dibuatnya. Apalagi kami bisa mendapatkan free tax (minimal pembelanjaan 5 ribu yen dan bungkusnya tidak boleh dibuka sampai Indonesia) \m/

(source: www.instagram.com/vitaaaputriii/)

Keasyikan belanja, kami sampai lupa kalau belum makan malam. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Kami pun masuk ke McDonald's yang tidak jauh dari situ. Saya sendiri memesan chicken burger, kentang goreng, milkshake cokelat, dan salad dengan sesame sauce. *kalap mode on*

Komentar

Postingan Populer