Selasa, 08 Maret 2016

Winter in Kanto (Finale)

Ini hari terakhir saya dan Vitha di Kanto. Sebelum kembali ke Jakarta, kami seharian menghabiskan waktu dengan city tour di sekitar Tokyo. Pukul 10 pagi, kami check-out dari hotel. Kami naik JR Keihin-Tohoku line dari stasiun Higashi-Jujo menuju stasiun Hamamatsucho. Setelah menyimpan koper dan bawaan lainnya di loker, kami jalan ke arah Tokyo Tower.




Di sekitar Tokyo Tower terdapat sebuah kuil (Zojoji temple). Suasana di dalamnya sangat ramai. Kebetulan saat kami datang sedang ada festival Setsubun Tsuinashiki (upacara melempar kacang untuk mengusir setan). Festival ini biasanya diadakan setiap awal musim (dalam hal ini awal musim semi).





Sedang bergantian foto-foto di sekitar kuil, tiba-tiba kami dihampiri seorang pria paruh baya. Dia menawarkan diri untuk memotret kami berdua. Ternyata dia kasihan dari tadi melihat kami foto sendiri-sendiri :D



Dari Zojoji Temple, kami berjalan ke arah Shiba Park. Tadinya hanya mau lewat saja. Tapi, tiba-tiba mata saya tertuju pada seorang wanita yang sedang asyik memotret sebuah pohon. Oh My God! Itu kan pohon SAKURA!!! Saya langsung histeris dan menarik Vitha ke dalam taman. Benar saja, ternyata pohon-pohon sakura di taman itu sudah mulai pada berbunga. Warnanya juga beragam. Mulai dari pink, putih, hingga kuning semuanya ada >____<






Hampir setengah jam kami menghabiskan waktu di Shiba Park. Telapak tangan saya sampai beku rasanya karena keasyikan memotret sana-sini tanpa memakai sarung tangan :p


Tujuan kami berikutnya adalah Sensoji temple. Dari stasiun Akabanebashi, kami naik subway menuju stasiun Kuramae. Setelah itu, kami jalan kaki ke arah Asakusa.


Dalam perjalanan, kami melewati salah satu gedung milik Bandai (perusahaan mainan, video game, dan anime terkenal di Jepang). Di depan gedungnya terdapat patung-patung karakter ternama, seperti Doraemon dan Ultraman.





Lalu, kami melihat Tokyo Skytree dari kejauhan. Pada tahun 2011, bangunan ini merupakan bangunan kedua tertinggi di dunia setelah Burj Khalifa di Dubai.


Kemudian, kami melewati beberapa pusat perbelanjaan. Di sini sempat ada drama nyasar. Rencananya, kami mau makan siang di sebuah kedai ramen halal (Ippin Asakusa) dulu. Tapi karena paket internet saya habis dan handphone-nya Vitha juga low bat, kami jadi tidak bisa menggunakan google maps dan kawan-kawan untuk mencari kedai ramennya.


Alhasil, hampir 2 jam kami mutar-mutar tidak jelas di Asakusa. Kami pun menyerah dan membeli onigiri saja di sebuah convenience store. Setelah itu, langsung menuju ke Sensoji temple.





Sensoji temple merupakan kuil Buddha tertua di Jepang. Salah satu hal menarik di sini adalah omikuji (kertas ramalan). Dengan merogoh kocek sebesar 100 yen, pengunjung bisa mendapatkan sebuah kertas ramalan. Biasanya jika mendapatkan ramalan baik, kertasnya dibawa pulang. Tapi jika mendapatkan ramalan yang kurang baik, maka pengunjung akan mengikat kertas ramalannya di sekitar kuil.


Hal lain yang menarik di sini adalah pengunjung bisa berkeliling kuil dengan menggunakan kimono. Awalnya, kami sempat punya rencana untuk menyewa kimono dan menggunakannya sambil berkeliling kuil. Tapi karena tadi kelamaan nyasar, mood kami pun hilang :p


Dari Sensoji temple, kami berjalan melewati Nakamise street. Jalan ini merupakan pusat oleh-oleh. Dari mulai pakaian, makanan, hingga aksesoris semuanya ada.


Kemudian, kami naik subway dari stasiun Asakusa menuju stasiun Ueno. Sebelum pindah kereta, kami makan dulu di kedai soba Tsuruya. Oh iya, cara memesan makanan di sini cukup unik. Pertama, pengunjung harus memilih dan membayar menu yang diinginkan di sebuah mesin. Setelah itu, pengunjung akan mendapatkan struk. Baru struk tersebut diberikan kepada koki untuk dibuatkan makanan yang kita mau. Terakhir, setelah makan jangan lupa untuk mengembalikan semua peralatan makan ke tempat piring kotor ;)



(source: exilekiss.blogspot.com)

(source: tabelog.com)

Setelah makan, kami kembali ke stasiun Ueno dan naik JR Yamanote line menuju stasiun Hamamatsucho. Kemudian, kami mengambil koper dan naik monorail menuju stasiun Haneda Airport International Terminal.

Ketika koper beranak..:p

Karena penerbangan kami adalah penerbangan malam hari, maka selama di pesawat kami hanya tidur..tidur..dan tiduuuurrr. Tidak terasa, sekitar pukul 6.30 waktu setempat, kami tiba di KLIA2. Setelah transit selama hampir 7 jam, kami naik kembali ke pesawat dan tiba di Jakarta sekitar pukul 3 sore. Hola panas! Hola macet! *sigh*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar