Winter in Kanto (Part 2)

Sekitar pukul 3 pagi, saya dan Vitha memutuskan untuk pindah tempat. Kami sudah tidak kuat dengan suara berisik dari gadis-gadis Jepang yang mulutnya pada minta disumpal pakai sendal jepit itu. Tapi, ternyata semua bangku yang ada di area keberangkatan maupun kedatangan sudah terisi. Tidak habis akal, kami pun menuju mushola yang ada di lantai 3 (area keberangkatan). Sesuai dugaan, suasananya lebih tenang dan yang pasti tidak sedingin di luar. Lumayan lah bisa istirahat dengan santai sambil menunggu waktu Subuh :p

(source: www.halalmedia.jp)

Setelah shalat Subuh (sekitar pukul 5.30 pagi), kami keluar dari mushola dan bersih-bersih diri seadanya (cuci muka dan gosok gigi). Oh iya, toilet di Jepang tuh oke punya. Dari mulai air pembersih untuk buang air kecil, buang air besar, hingga pengering bokong semuanya ada dan bisa diatur tekanannya. Bahkan ada juga yang menggunakan fasilitas penghangat untuk dudukannya dan musik untuk menyamarkan suara (y)



Setelah itu, kami ke Lawson untuk membeli sarapan. Saya sendiri sarapan onigiri isi telur ikan, puding telur, dan coffee latte. Nyaaammm!



Sekitar pukul 7.30 pagi, kami ke JR East Travel Service Center di lantai 2 untuk membeli JR Tokyo Wide Pass. Saat kami datang, antrean di depan pintunya sudah lumayan panjang. Padahal kantornya baru buka pukul 7.45 pagi. JR Tokyo Wide Pass ini harganya 10 ribu yen (sekitar 1,2 juta rupiah). Berlaku selama 3 hari untuk semua kereta milik perusahaan JR di Tokyo dan sekitarnya. Mulai dari airport monorail, commuter line, hingga shinkansen. Untuk lebih detilnya bisa lihat di :

https://www.jreast.co.jp/e/tokyowidepass/



Selain JR Tokyo Wide Pass, kami juga membeli Suica Card yang bisa digunakan untuk semua jenis kereta, bus, loker, maupun untuk berbelanja di convenience store.


Karena waktu check-in hotel masih lama (pukul 2 siang), kami pun jalan-jalan di sekitar Odaiba terlebih dahulu (pulau buatan di Teluk Tokyo). Dari Haneda Airport International Terminal, kami naik monorail ke stasiun Hamamatsucho.


Kemudian kami pindah ke commuter line JR Keihin-Tohoku line, turun di stasiun Shimbashi, dan lanjut naik monorail Yurikamome line. Sebelum pindah ke monorail Yurikamome line, kami menyimpan koper dulu di loker yang ada di sekitar stasiun Shimbashi.


Tempat pertama yang kami datangi adalah replika patung Liberty. Letaknya di sekitar Aqua City Park. Dari sini kita juga bisa melihat Rainbow Bridge (jembatan panjang penghubung antara Tokyo dengan Odaiba).




Dari Aqua City Park, kami berjalan kaki ke arah Fuji TV. Dari luar, bangunannya tampak eye catching. Selain didesain bergaya futuristik, bangunan Fuji TV juga dibuat open space. Seandainya stasiun TV tempat saya bekerja sekarang seperti ini. *ngarep*


Begitu sampai, kami langsung menuju Rooftop Garden di lantai 7. Di sini terdapat toko yang menjual aneka souvenir bertemakan One Piece, Chibi Maruko-chan, Chuggington, dan lain-lain.








Setelah itu kami turun ke lantai 5. Di sini terdapat Fuji TV Wonder Street. Isinya semacam pameran yang menampilkan program-program unggulan Fuji TV.







Kemudian kami ke turun lagi ke lobby utama. Di sini terdapat Chibi Maruko-chan Cafe dan Sazae-san Shop. Awalnya, kami mau makan siang di Chibi Maruko-chan Cafe. Tapi karena sebagian besar menunya babi, kami pun mengurungkan niat dan membeli kue berbentuk karakter Sazae-san saja untuk mengganjal perut :p




Setelah makan, kami kembali ke Aqua City untuk membeli tiket masuk Disneysea. Kebetulan di dalam mall-nya terdapat Disney Store. Just for info, tiket masuk Disneyland atau Disneysea bisa juga dibeli online atau on the spot kok ;)

(source: www.disney.co.jp)

Baru kemudian kami kembali ke stasiun Shimbashi, mengambil koper, dan naik commuter line JR Keihin-Tohoku line menuju Higashi-Jujo. Kami sudah memesan 1 kamar untuk 4 malam di Flexstay Inn Higashi-Jujo. Hotelnya tidak jauh dari stasiun Higashi-Jujo. Hanya saja di pintu keluar stasiun yang ke arah hotel, tidak ada fasilitas eskalatornya. Jadi lah drama gotong-gotong koper kembali terjadi (sebelumnya saya mengalami ini di Paris) :S



Suasana di sekitar hotel cukup tenang. Untuk kebutuhan sehari-hari juga tidak perlu khawatir karena tidak jauh dari hotel terdapat 7-Eleven, toko roti, dan kedai ramen. Hanya saja kamarnya sempit dan penghangatnya kurang oke. Selain itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Di hotel ini tidak ada fasilitas housekeeping selama menginap, sampah di kamar juga harus buang sendiri sesuai dengan jenis sampahnya, dan resepsionis hanya buka dari pukul 10 pagi sampai dengan pukul 6 sore saja. Jadi buat yang P4 alias pergi pagi pulang petang, agak susah kalau mau minta bantuan/mencari informasi/mengajukan komplain.





Setelah check-in dan istirahat sebentar, rencananya kami mau ke Tokyo Tocho Temboshitsu di Shinjuku untuk melihat Tokyo dari ketinggian. Tapi karena Vitha terserang batuk yang lumayan parah semenjak tiba di Haneda kemarin, jadi lah kami hanya berjalan-jalan di sekitar hotel saja. Hitung-hitung menghemat tenaga untuk perjalanan selanjutnya :)

PELAJARAN HIDUP : Ada hal-hal yang tidak bisa kita hindari dalam setiap perjalanan dan tidak semua hal yang sudah direncanakan dapat terlaksana. So..diasikin aja shaaayyyy! :D

Komentar

Postingan Populer