Kamis, 31 Desember 2015

2 Days 1 Night in Penang (Part 1)

Pulau Pinang atau lebih dikenal dengan Penang merupakan sebuah pulau di bagian barat laut Malaysia. Pulau yang pernah menjadi tempat peristirahatan para petinggi Britania Raya saat zaman penjajahan dulu, kini lebih dikenal sebagai salah satu pusat kesehatan dan perawatan kecantikan di Asia Tenggara. Di George Town (ibu kota Penang), berjejer rumah sakit dan klinik kecantikan yang menawarkan aneka paket perawatan.

Saya berkesempatan mengunjungi Penang pada Maret 2014. Saat itu, saya bersama ibu dan anggota keluarga lain menghadiri sebuah undangan pernikahan di Perlis (salah satu negara bagian Malaysia yang terletak di utara/berbatasan dengan Thailand). Tapi karena tidak ada airport di Perlis, maka kami memilih rute penerbangan Jakarta-Penang (Penang-Perlis dapat ditempuh hanya dalam waktu 2 jam dengan mobil). Singkat cerita, setelah menghabiskan 3 hari 2 malam di Perlis, kami kembali ke Penang dan menginap semalam di Hydro Hotel Miami Beach Batu Ferringhi. Kamar yang kami pesan memiliki view Laut Andaman yang indah.

(source: www.prontohotel.com)

(source: www.bookpenanghotels.com)


Setelah check-in dan beristirahat sebentar, kami menyewa mobil beserta supirnya untuk berkeliling. Tempat pertama yang kami tuju adalah foodcourt Padang Kota Lama di George Town. Tempat makan yang terletak di pinggir pantai ini ramai pengunjung. Mungkin tempatnya terbilang sederhana, tapi di sini kita bisa menemukan aneka makanan, mulai dari Melayu, India, hingga Cina, dengan harga murah. Saya sendiri memesan mee sotong dan teh tarik sebagai menu makan siang.

(source: hadzmanfazil.com)

(source: tulippetals.com)

Di Sekitar Padang Kota Lama

Selesai makan, kami minta diantar ke Penang Hill. Di sini kita bisa melihat Penang dari ketinggian 2,7 kaki (833 meter). Untuk menjangkau puncak bukit, kami menaiki kereta yang didesain untuk kemiringan 45 derajat.


(source: penang.ws)


Di puncak bukit, terdapat beberapa spot yang menarik. Mulai dari museum burung hantu, kuil Hindu, hingga bungalow-bungalow peninggalan Inggris.





Karena hari semakin sore, kami pun memutuskan untuk berkeliling area bungalow dengan menyewa sebuah mobil golf include dengan tour guide-nya. Sebagian besar bungalow yang ada bergaya Eropa. Aneka bunga, terutama bougenville, tampak menghiasi taman dan pinggiran jalan.



(source: holidaysinmalaysia.org)


Sekitar pukul 7 malam, kami kembali ke George Town. Sebelum kembali ke hotel, kami makan malam dulu di sekitar Kapitan Keling Mosque. Di sebelah masjid ada sebuah restoran nasi kandar (nasi dengan aneka lauk dari kari) terkenal yang buka sejak tahun 1943. Meskipun restoran ini baru buka pukul 10 malam, tapi antreannya sudah mengular sejak pukul 9 malam :0

Kapitan Keling Mosque

(source: www.everydayfoodilove.co)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar