Rabu, 11 November 2015

Short Escape to Phuket (Part 2)

Sawadee kha!

Sambil menunggu restoran hotel buka, saya dan adik perempuan saya iseng naik ke lantai paling atas. Ternyata di sini ada roof garden dan whirlpool tubs untuk bersantai.



(source: www.booking.com)

Setelah itu, kami berjalan-jalan sebentar di sekitar Patong Beach. Kebetulan letaknya tidak jauh dari Rayaburi Hotel. Suasananya masih sepi. Di pingir pantai hanya tampak burung-burung merpati yang sedang asyik bermain dengan sesamanya.




Setelah sarapan, sekitar pukul 8 pagi kami dijemput oleh rekannya Mr. Puttachat. Dia mengantarkan kami ke sebuah tempat (semacam meeting point). Di sini kami bergabung dengan rombongan lain yang juga akan mengikuti Phi Phi Island Tour. Kami diberi pengarahan mengenai apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama perjalanan nanti. Setelah itu, kami baru diantar ke sebuah pelabuhan (tempat speed boat yang akan kami naiki berlabuh).

Tujuan pertama adalah Maya Bay. Tempat ini terkenal karena dipakai sebagai lokasi syuting film The Beach yang diperankan oleh Leonardo Dicaprio. Pemandangan di sini sangat indah. Terutama saat berdiri di pantai dan menghadap ke laut. Tampak  gunung-gunung batu yang seolah-olah menjadi gerbang masuk Maya Bay.






Di sini kami diberikan waktu sekitar 30 menit. Karena ramainya pengunjung, kami lebih banyak menghabiskan waktu untuk antre toilet. Padahal di tengah pulau banyak spot yang tidak kalah indah dengan pantainya.






Dari Maya Bay, kami dibawa ke Loh Samah Bay untuk snorkeling. Kebetulan cuacanya kurang bagus. Jadi kami hanya bermain di sekitar kapal saja.





Setelah itu, kami dibawa ke Phi Phi Don (pulau terbesar di kawasan Phi Phi) untuk makan siang. Berbeda dengan pulau-pulau di sekitarnya, di sini lebih ada kehidupan. Tampak banyak penginapan, restoran, maupun penjual souvenir di sekitar pantai.

Dari Phi Phi Don, kami dibawa ke satu pulau lagi, yaitu Khai Nok Island (pulau kecil dengan banyak batu karang besar di sekitar pantainya). Di sini kami hanya bersantai di pinggir pantai sambil makan buah-buahan.







Hari mulai beranjak sore. Kami pun kembali ke hotel dan bersiap-siap untuk menyaksikan pertunjukan Simon Cabaret (pertunjukan waria terpopuler di Phuket). Sekitar pukul 7 malam kami dijemput di hotel. Kali ini Mr. Puttachat langsung yang menjemput. Pertunjukannya sendiri berlangsung sekitar pukul 8 malam.


Secara keseluruhan, pertunjukannya menghibur. Meskipun menurut saya masih lebih bagus Tiffany's Show di Pattaya. Terutama untuk para talent-nya. Para talent Simon Cabaret kebanyakan kurang fresh dan butuh regenerasi :p

Selama pertunjukan, pengunjung dilarang untuk mengambil foto atau merekam video. Pengunjung baru diperbolehkan untuk berfoto dengan para talent-nya setelah pertunjukan selesai. Ini pun tidak gratis. Bahkan tarif yang dikenakan bukan per foto, melainkan per orang. Jadi jika kita hanya sekali foto, tapi kita berdua, maka kita harus membayar untuk 2 orang :|


Setelah menyelesaikan pembayaran dengan Mr. Puttachat, kami minta diturunkan di Bangla Road (pusat kehidupan malam Phuket). Letaknya tidak terlalu jauh dari hotel. Jadi nanti pulangnya kami tinggal jalan kaki saja.


Di sini suasananya hiruk-pikuk. Mulai dari suara musik yang berasal dari cafe-cafe atau club-club, suara para wanita maupun waria penghibur yang menawarkan diri, hingga suara pengumuman pertandingan muay thai, semuanya ada.


Karena sudah kelaparan, kami pun masuk ke sebuah restoran seafood untuk makan malam. Setelah itu kami berjalan-jalan lagi sebentar. Baru kemudian kembali ke hotel untuk beristirahat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar