Senin, 16 November 2015

Short Escape to Phuket (Finale)

Hari terakhir di Phuket, saya dan keluarga melakukan city tour sekaligus berbelanja oleh-oleh. Setelah sarapan, kami langsung check-out dari hotel. Pagi itu kami dijemput oleh rekannya Mr. Puttachat. Tidak seperti sebelumnya, supir kami kali ini sama sekali tidak bisa bahasa Inggris. Alhasil, seharian kami berinteraksi menggunakan bahasa tarzan :D

Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Karon View Point (tempat melihat Phuket dari ketinggian). Di sini kita bisa melihat 3 pantai di Phuket (Kata Noi, Kata Yai, dan Karon) sekaligus.


Kebetulan saat itu cuacanya sedang kurang bersahabat. Hujan turun lumayan deras dan berkabut. Kami pun memutuskan untuk tidak berlama-lama di sini.


Tempat selanjutnya yang kami tuju adalah Wat Chalong (komplek kuil Buddha terluas di Phuket). Arsitekturnya lumayan eye catching dimana detil bangunannya didominasi oleh warna emas dan merah.





Di sekitar kuil terdapat taman cantik yang dihiasi aneka tanaman dan patung-patung gajah khas Thailand.




Dari Wat Chalong, kami dibawa ke Pornthip Store (toko yang menjual aneka makanan dan souvenir khas Phuket). Untuk harganya lumayan mahal dan tidak bisa ditawar. Tapi karena susah untuk berkomunikasi dengan supirnya, jadi kami pasrah saja sewaktu dibawa ke sini. Di sini kami hanya membeli makanan kering, seperti manisan, ikan kering, dan aneka snack lainnya.

(source: phuketindex.com)

(source: pornthipphuket.com)

Setelah itu, kami dibawa ke satu toko lagi yang menjual kaos Madunan (kaos dengan tulisan nyeleneh, seperti Dagadu di Yogya atau Joger di Bali) dan aneka souvenir. Di sini lebih leluasa karena selain harganya bisa ditawar, penjualnya juga bisa berbahasa Melayu.

(source: phuketgazette.net)

Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang. Kami pun makan siang di sebuah restoran cepat saji. Sebenarnya, sang supir tidak juga mengerti kalau kami kelaparan. Kebetulan saja kami melewati sebuah mall. Dengan spontan kami menunjuk-nunjuk ke arah mall tersebut. Syukurlah dia paham kalau kami mau kesitu :D

Karena penerbangan kami ke Jakarta akan berangkat sekitar pukul 5 sore, setelah makan kami langsung menuju bandara. Sesampainya di bandara, kami baru tahu kalau penerbangannya delay 2 jam. Walaupun sedikit kesal, kami pun mencoba maklum dan masuk ke ruang tunggu. Setelah menunggu hampir 2 jam, kami kembali mendapatkan kabar kalau penerbangannya di-delay lagi beberapa jam :|


Anehnya, meskipun tampak wajah-wajah kesal dari para penumpang, tapi tidak ada yang emosional atau marah-marah kepada petugas. Padahal saat itu tidak ada satu orang petugas pun yang bisa menjelaskan alasan delay-nya. Mungkin karena sama-sama capek kali ya, jadi sudah tidak ada tenaga lagi untuk marah-marah :p

Sekitar pukul 1 dini hari, kami baru naik pesawat. Selama perjalanan kami hanya tidur..tidur..dan tidur. Alhamdulillah, perjalanannya lancar dan kami tiba di Jakarta dengan selamat :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar