Ciao Italia! (via Paris-Part 2)

Sekitar jam 3 pagi, saya sudah bangun karena jet lag (Florence lebih lama 6 jam dari Jakarta). Untungnya WiFi di hotel lumayan kencang. Jadi semalaman saya bisa post sana-sini demi menjaga keeksisan di dunia maya :p

Buongiorno Firenze!

Hari ini akan ada city tour bersama para undangan lainnya. Tapi karena waktunya masih lama (sekitar pukul 2 siang), saya dan Nabila pun memutuskan untuk berkunjung ke Pisa yang terkenal dengan menara miringnya terlebih dahulu. Pisa tidak jauh dari Florence dan masih termasuk dalam daerah yang sama, yaitu Tuscany (Toscana).

Setelah sarapan, kami segera menuju stasiun Santa Maria Novella. Karena tiket kereta yang kami beli bukan tiket reserved (seperti saat perjalanan dari Paris kemarin), maka kami harus memasukkan tiket terlebih dahulu ke sebuah mesin sebelum naik ke kereta.

(source: www.browsingrome.com)

Sekitar 40 menit di kereta, kami pun tiba di stasiun Pisa Centrale. Untuk menuju Piazza dei Miracoli (tempat menara miring Pisa berada) kami harus menyambung dengan menggunakan bus (tiket busnya bisa dibeli di kedai-kedai kecil yang berada di sekitar halte bus). Sebelum memasuki area Piazza dei Miracoli, kami melewati banyak kios pedagang souvenir. Baru setelah itu kami memasuki gerbang Piazza dei Miracoli dan tampaklah sebuah duomo (gereja) dengan menara miring di sebelahnya.




Kebetulan cuaca di Pisa hari itu cerah. Udaranya juga tidak terlalu dingin. Kami pun memutuskan untuk berkeliling sambil makan gelato. Yuummm!




Hampir satu jam berkeliling, kami pun memutuskan untuk kembali ke Florence. Dalam perjalanan pulang, ada sebuah kejadian yang membuat kami sedikit was-was. Jadi, ada seorang pria kulit hitam yang naik di sebuah stasiun (setelah stasiun Pisa Centrale). Dia memilih duduk di kursi kosong yang tepat berada di depan kami (kursi keretanya hadap-hadapan). Gerak-geriknya terlihat mencurigakan. Pria itu tidak bisa duduk dengan tenang. Ia selalu melihat ke arah jendela dan lorong secara bergantian (seperti takut pada seseorang). Untungnya, dia turun di beberapa stasiun setelah itu. Kami langsung menghela napas lega. Kami pun berasumsi asal kalau pria tersebut sepertinya tidak membeli tiket kereta :p


Sebelum kembali ke hotel, kami membeli kentang goreng dan chicken nugget di McDonald's (McDonald's di sini tidak menjual fried chicken) serta kebab di sebuah cafe Turki untuk makan siang. Sedang enak-enaknya makan di kamar hotel, tiba-tiba telpon berdering. Ternyata kami sudah ditunggu di lobby hotel untuk acara city tour. Di sinilah akhirnya kami berkenalan dengan para undangan lainnya.

City tour ini dipandu oleh Mariana (anak dari salah seorang karyawan Giuliacarla Cecchi). Pertama, Mariana mengajak kami ke Piazza Santa Maria Novella (taman publik tempat Basilika Santa Maria Novella berada). Di sini juga terdapat banyak penjual jajanan (street food). Sayangnya karena keterbatasan waktu, kami jadi tidak sempat untuk mencicipinya :(

Basilika Santa Maria Novella Tampak Depan

Basilika Santa Maria Novella Tampak Samping

Dari Piazza Santa Maria Novella, Mariana mengajak kami ke Piazza del Duomo (jantungnya kota Florence). Selain terdapat Il Duomo di Firenze yang terkenal, di sini juga terdapat banyak restoran dan butik dari berbagai brand ternama.

Nabila & Sara dari Jerman di Depan Il Duomo di Firenze

Il Duomo di Firenze Tampak Samping

Setelah berkeliling duomo, kami kembali ke hotel untuk bersiap-siap menghadiri Giuliacarla Cecchi Awards Ceremony. Acaranya diadakan di salah satu hall yang terdapat di Palazzo Vecchio (balai kota). Malam itu, kami sengaja menggunakan sepatu hak tinggi karena acaranya tergolong formal. Tapi, kami tidak menyangka kalau Mariana akan mengajak kami berjalan kaki. Padahal jarak antara hotel dengan Palazzo Vecchio tidak terlalu dekat *sigh*

PELAJARAN HIDUP: Italian people love walking!

Palazzo Vecchio
(source: mikestravelguide.com)

Kesan pertama yang didapat saat memasuki Palazzo Vecchio adalah seperti berada di sebuah kastil kuno. Hall-nya (tempat acaranya berlangsung) sendiri lebih mirip ruang pengadilan. Di sini kami harus berpisah tempat duduk. Nabila duduk di depan bersama para pemenang lainnya, sementara saya dan kerabat pemenang lainnya duduk di belakang. Tampak banyak wartawan dan orang-orang penting Florence yang hadir.

Salah Satu Koleksi Giulicarla Cecchi

Nabila Bersama Para Pemenang Lainnya

Sialnya, malam itu saya kembali terkena serangan jet lag. Bedanya kali ini saya sangat mengantuk karena di Jakarta sudah tengah malam. Sepanjang acara saya hanya berusaha menahan kantuk. Sehingga berbagai pertunjukan yang ada malam itu, seperti seriosa, balet, dan fashion show jadi tidak terlalu saya nikmati. Bahkan saya tidak sempat meng-capture momen ketika adik saya dipanggil ke depan untuk menerima penghargaan. Sorry, Bil :'(

After Ceremony

Ternyata drama high heels kami saat perjalanan pergi tadi diketahui oleh Mariana. Alhamdulillah, pulangnya Mariana mencarikan taksi untuk kami semua. Tapi rasa kantuk yang makin menjadi-jadi membuat saya memutuskan untuk langsung ke kamar dan kembali melewatkan acara makan malam :p

Komentar

Postingan Populer