Jumat, 12 Juni 2015

Ciao Italia! (via Paris-Part 4)

Kali ini saya menggunakan waktu bangun yang terlalu cepat untuk packing. Maklum, koper yang saya bawa ukurannya tidak terlalu besar. Jadi harus pintar menata barang bawaan, plus oleh-oleh yang dibeli kemarin. Baru sekitar pukul 6 pagi saya dan Nabila turun ke restoran untuk sarapan. Selama menginap di sini, menu sarapan favorit saya adalah croissant yang diolesi nutella dan secangkir cappucino hangat. Yuummm!

By the way, nutella yang disajikan di sini bentuknya sachet. Jadi praktis kalau mau dibawa kemana-mana. Bahkan saya membeli beberapa untuk oleh-oleh.

(source: www.candywarehouse.com)

Selesai sarapan, kami ke kamar untuk mengambil barang dan check-out dari hotel. Hari ini kami akan kembali ke Paris melalui Milan (Milano). Perjalanan dengan kereta dari Florence ke Milan ditempuh dalam waktu sekitar 1,5 jam. Sekitar pukul setengah 10 pagi, kami tiba di stasiun Milano Centrale. Karena kereta ke Paris baru akan berangkat sekitar pukul 4 sore, maka kami memutuskan untuk menitipkan koper dan berkeliling di sekitar Piazza del Duomo yang terkenal (harga 1 tas/koper: 6 euro per 5 jam pertama).

Di Dalam Stasiun Milano Centrale

Dengan menggunakan metro, kami tiba di stasiun Duomo. Tapi ternyata di luar hujan deras disertai angin kencang. Bahkan payung yang kami beli di stasiun rusak karena tidak kuat menahan angin. Alhasil niat untuk berfoto di depan Duomo di Milano pun tidak kesampaian :(

Duomo di Milano
(source: planetden.com)

Akhirnya, kami memutuskan untuk berteduh di Galleria Vittorio Emanuele II (mall tertua di Milan) yang terletak persis di sebelah Duomo di Milano. Di bagian depan mall ini, berjejer store dari berbagai brand ternama, seperti Prada dan Versace. Selain itu, di sini juga terdapat restoran mewah dan hotel bintang 5 (di lantai atas). Sedangkan untuk brand sekelas Topshop atau Sephora, store-nya berada di gedung bagian belakang.

Milan Must Look : BLACK!

Di sini kami hanya membeli oleh-oleh berupa makanan kering, seperti coklat, pasta, dan kopi. Uniknya, toko yang kami datangi juga menjual coklat berbentuk tas dan sepatu.


Setelah lelah berkeliling, rencananya kami mau beristirahat sebentar di salah satu coffee shop. Tapi ternyata coffe shop di sini sedikit berbeda dengan di Jakarta. Kebanyakan coffee shop di Milan tidak menyediakan kursi dan meja. Jadi, para pelanggan yang mau minum kopi hanya perlu mengantre di kasir, mengambil kopi pesanannya dari barista, minum sambil berdiri, lalu pergi.

(source: koponen.photoshelter.com)

Kami pun memutuskan untuk kembali saja ke stasiun Milano Centrale, mengambil koper, dan naik taksi menuju stasiun Milano Porta Garibaldi (tempat kereta antar negara berada). Sambil menunggu kereta ke Paris, kami berkeliling stasiun untuk mencari makan. Tapi ternyata stasiun Milano Porta Garibaldi tidak sebesar stasiun Milano Centrale. Di sini hanya ada beberapa cafe kecil dan sebuah mini market. Jadi menyesal tadi tidak makan dulu sebelum kesini. Ya sudahlah, sandwich tuna lagi..sandwich tuna lagi :p

Sekitar pukul 4 sore, kami naik ke kereta. Karena masih (lagi-lagi) jet lag, sepanjang perjalanan kami hanya tidur..tidur..dan tidur. Hingga tak terasa telah tiba di stasiun Gare de Lyon. Karena waktu sudah hampir menunjukkan pukul 12 malam, kami pun bergegas menuju hotel dengan menggunakan metro. Suasana di dalam metro malam itu cukup ramai oleh para suporter bola. Sepertinya tim yang mereka dukung menang karena sepanjang perjalanan mereka asyik bernyanyi tanpa mempedulikan orang sekitar. Beberapa dari mereka juga tampak mabuk.

(source: commons.wikimedia.org)

Ada sedikit kejadian "dodol" dalam perjalanan menuju hotel. Jadi rutenya adalah Gare de Lyon - Bercy - Dupleix. Nah, saat akan menuju stasiun Bercy, ternyata kami salah naik metro (arah sebaliknya). Untungnya kami cepat sadar dan segera turun. Tapi karena stasiun metro di Paris jarang ada yang menggunakan eskalator, itu artinya kami harus menggotong-gotong koper lagi untuk kembali ke jalur yang benar :|

Setelah melewati acara gotong-gotong koper yang cukup melelahkan, akhirnya kami tiba di stasiun Dupleix. Dari situ kami berjalan kaki sedikit ke arah rue Viala, tempat Hotel Arley Tour Eiffel berada. Kami sengaja bermalam di sini agar besok paginya sebelum ke bandara bisa berkeliling menara Eiffel (Tour Eiffel) terlebih dulu.

Hotel Arley Tour Eiffel Tampak Depan di Siang Hari
(source: tripadvisor.es)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar