Ciao Italia! (via Paris-Part 1)

Itali sudah lama berada dalam dream list saya. Terlebih setelah menonton film Letter to Juliet yang diperankan oleh Amanda Seyfried. Siapa sangka, mimpi itu menjadi kenyataan pada November 2014 lalu. Memang saya tidak sempat berkunjung ke Verona seperti yang dilakukan Amanda dalam filmnya. Tapi paling tidak one of my dreams came true. Yippie!

Kota utama yang saya tuju adalah Florence (Firenze). Tujuannya untuk menemani adik perempuan saya (Nabila). Kebetulan ia mendapatkan penghargaan dalam lomba design fashion yang diadakan Giuliacarla Cecchi (sebuah rumah mode ternama di Florence) dalam rangka memperingati hari jadi rumah mode tersebut yang ke-100.

(source: https://instagram.com/p/ux3z7nkVGm/?taken-by=nabilakarimah)

Meskipun serba mepet, alhamdulillah visa schengen yang kami ajukan ke kedutaan Itali berhasil didapat. Berikut rute perjalanan yang kami pilih :
  • Jakarta - Kuala Lumpur - Paris (menggunakan Malaysia Airlines yang kebetulan sedang promo)
  • Paris - Turin/Milan - Florence (menggunakan kereta, tiketnya bisa dipesan di Europe by Train di daerah Kemang)
Rutenya mungkin terbilang maksa. Tapi karena waktu yang kami punya hanya sedikit dan ini pertama kalinya kami menginjakkan kaki di Eropa, jadi rasanya sayang saja kalau hanya 1 kota yang didatangi :p

Kami berangkat dari Terminal 2 Soekarno-Hatta International Airport (SHIA) sekitar pukul 6 sore. Sebetulnya itu bukan penerbangan yang kami pesan. Tapi karena tiba terlalu awal, petugas check-in menawarkan kami untuk pindah ke penerbangan tersebut. Daripada menunggu lama di SHIA, kami pikir lebih enak menunggu di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) saja.

Terdampar di KLIA

Di KLIA, kami transit untuk pindah ke pesawat airbus yang lebih besar. Enaknya di perjalanan pergi ini, penumpangnya tidak banyak. Sehingga para penumpang kelas economy seperti kami bisa pindah ke barisan kursi yang kosong untuk meluruskan badan :p

When Buble Met Brown

Kurang lebih 11 jam di pesawat, akhirnya sekitar pukul 6 pagi waktu setempat kami tiba di Paris Charles de Gaulle Airport. Setelah melalui proses imigrasi dan mengambil bagasi, kami pun segera mencari halte le cars airfrance bus (semacam bus Damri kalau di Jakarta) dengan tujuan stasiun Gare de Lyon (tempat kereta antar negara berada).

Gare de Lyon

Sekitar pukul 10 pagi, kami naik kereta menuju Turin (Torino). Sepanjang perjalanan, kami disuguhi pemandangan musim gugur yang sangat indah. Tampak daun-daun sudah berwarna kuning-kecoklatan. Bahkan beberapa puncak gunung ada yang sudah mulai tertutupi salju.





Sekitar pukul 4 sore, kami tiba di stasiun Torino Porta Susa. Sambil menunggu kereta ke Florence, kami mencari makan di sekitar stasiun. Niatnya ingin makan sesuatu yang gurih karena dari pagi hanya makan roti. Tapi ternyata di sini tidak terlalu banyak pilihan makanan. Apalagi makanan halal. Akhirnya kami putuskan untuk membeli sandwich tuna yang rasanya ham-to-the-bar alias hambar :|


Sekitar pukul 6 sore, kereta yang akan kami tumpangi menuju Florence pun datang. Setelah hampir 2 jam di kereta, kami tiba di stasiun Santa Maria Novella. Dari situ, kami berjalan sedikit ke arah via Jacopo Da Diacceto, tempat Hotel Londra berada. Hotel ini sudah dipesan oleh Giuliacarla Cecchi untuk para tamu undangannya. Meskipun bintang 4, tapi hotelnya tidak sebesar hotel bintang 4 di Jakarta. Apalagi elevator-nya. Paling banyak hanya muat 4-5 orang dewasa (tanpa barang).

(source: www.sunflowermarketing.it)

Suasana di Sekitar Hotel Londra pada Siang Hari
(source: www.tripadvisor.it)

Sesampainya di hotel, ternyata kami adalah undangan terakhir yang check-in. Bahkan kami juga melewati acara makan malam bersama pemilik dari Giuliacarla Cecchi (Pola Cecchi). Untungnya kami punya makanan kebanggan bersama milik bangsa di koper. Apalagi kalau bukan..MIE INSTANT! :D

Komentar

Postingan Populer