Ciao Italia! (via Paris-Finale)

Setelah check-in di Hotel Arley Tour Eiffel, saya dan Nabila segera menuju kamar dan tidur. Sekitar pukul 5 pagi kami bangun dan bersiap-siap. Karena pesawat yang akan kami tumpangi ke Kuala Lumpur baru akan berangkat sekitar pukul 12 siang, jadi kami berencana akan ke Museum Louvre dan Tour Eiffel terlebih dahulu.

Sekitar pukul setengah 7 pagi kami berjalan kaki ke arah stasiun Dupleix. Langit masih tampak gelap karena pada musim gugur malamnya lebih panjang. Matahari baru terbit sekitar pukul setengah 8 pagi. Dari stasiun Dupleix, kami naik metro dan turun di stasiun Palais Royal-Musee du Louvre. Saat pertama kali menginjakkan kaki di Louvre (lebih tepatnya halaman Louvre), saya merasa seperti Robert Langdon dalam film Da Vinci Code. Suasananya suram dan mencengkam. Ditambah lagi, pagi itu turun gerimis disertai angin yang lumayan kencang.




Setelah berfoto-foto sebentar, kami berjalan kaki kembali ke stasiun. Di sekitar stasiun, kami menemukan sebuah bangunan indah lainnya. Bangunan tersebut adalah Palais-Royal (istana kerajaan). Nasib hanya punya waktu sebentar, jadi lagi-lagi hanya bisa melihat dari luar saja :|


Dari sini kami kembali naik metro dan turun di stasiun Bir-Hakeim, lalu berjalan kaki menuju Tour Eiffel. Tiba-tiba, di perjalanan kami mencium wangi aroma makanan yang manis dari sebuah cafe. Ternyata itu adalah wangi crepes. Kami pun membeli nutella banana crepes sebagai sarapan.



Perlahan hari mulai terang. Kami jadi semakin excited berjalan ke arah Tour Eiffel. Dari jauh menara yang menjadi ikon kota romantis ini pun mulai terlihat.

Suasana di sekitar Tour Eiffel saat musim gugur sangat indah. Terutama di Champ de Mars (taman di sekitar Tour Eiffel). Tampak jejeran pohon dengan daun-daunnya yang berwarna kuning-kecoklatan menghiasi hampir setiap sudut taman.




Pemandangan paling amazed buat saya adalah banyak orang yang lari pagi di sekitar Champ de Mars dengan baju terbuka. Padahal pagi itu suhunya kurang lebih sekitar 5 derajat Celcius. Saya saja tidak kuat membuka sarung tangan terlalu lama. Apalagi berpakaian seperti mereka. Salut!

Setelah "terpaksa" dipuas-puasin berkeliling Champ de Mars, saya dan Nabila pun bergegas kembali ke hotel dengan berjalan kaki. Dalam perjalanan ke hotel, kami mampir sebentar di Starbucks untuk membeli tumblr bertuliskan France titipan seorang teman. Sesampainya di hotel, kami langsung mengemasi barang dan check-out.

Saat akan memasuki stasiun Dupleix, ada pemandangan yang berbeda di sekitarnya dibandingkan semalam. Di pagi hari, stasiun Dupleix seperti sebuah pasar (dikenal sebagai Marche de Grenelle). Barang-barang yang dijual pun beragam. Mulai dari pakaian, buah-buahan, hingga aneka souvenir khas Paris.

(source: www.free-city-guides.com)

Dari stasiun Dupleix, kami naik metro ke stasiun Denfert-Rochereau. Setelah itu kami pindah ke kereta ekspres tujuan Paris Charles de Gaulle Airport. Sesampainya di bandara, kami langsung check-in, masuk imigrasi, dan menuju ruang tunggu karena waktunya benar-benar mepet. Saat di imigrasi, ada petugas yang sempat komentar soal waktu berkunjung kami yang terlalu singkat. Dia bingung, kok sudah jauh-jauh ke sini, tapi hanya stay 4 hari. Jangankan dia, kami saja agak linglung sewaktu tahu mau ke sini :D

Perjalanan pulang lebih berisik karena penuh penumpang. Tampak banyak orang Eropa yang mau berlibur ke Asia bersama keluarganya. Sekitar pukul 7 pagi waktu Kuala Lumpur, kami tiba di KLIA. Karena pesawat yang akan kami tumpangi ke Jakarta sudah mau berangkat, maka kami bergegas menuju ruang tunggu. Ternyata kami adalah penumpang terakhir yang naik. Untung saja tidak ditinggal *sigh*

PELAJARAN HIDUP: Jangan mengambil penerbangan lanjutan yang waktunya mepet dengan penerbangan sebelumnya!

Sekitar pukul 9 pagi waktu Jakarta, kami tiba di Soekarno-Hatta International Airport. Hal pertama yang kami lakukan setelah mengambil bagasi adalah...CARI NASI!!! Sebelum pulang, kami pun makan dulu di sebuah restoran Jepang. Alhamdulillah..hati senang, perut pun kenyang :)

Komentar

Postingan Populer