Annyeong Seoul! (Part 2)

Hari kedua di Seoul, saya dan Nabila berkunjung ke Nami Island (pulau kecil yang terletak di daerah Chuncheon). Kurang lebih 1 jam dari Seoul dengan menggunakan MRT. Nami Island identik dengan salah satu serial drama Korea yang pernah hits sekitar tahun 2002, yaitu Winter Sonata. Beberapa scenes romantis di dalamnya mengambil setting di sini.

(source: www.hancinema.net)

Sebelum ke Nami Island, kami berkunjung ke Korea University terlebih dahulu. Kami penasaran seperti apa lingkungan kampus di Seoul. Meskipun hari Minggu, tapi tetap tampak beberapa mahasiswa yang hilir-mudik ataupun mengerjakan tugas di cafe kampus.

Kampusnya keren. Selain bisa dijangkau dengan mudah karena terhubung dengan stasiun MRT, bangunannya juga didesain ala bangunan tua Eropa. Bahkan daun-daun sisa musim gugur menambah keindahan kampus ini.






Setelah sekitar 1 jam berkeliling, kami pun melanjutkan perjalanan ke Nami Island. Sebelum keluar dari kampus, ada seorang penjaga tiket parkir yang mendekati kami. Ternyata dia kasihan melihat kami dari tadi foto sendiri-sendiri. Dia pun menawarkan diri untuk memotret kami berdua. Gomawo ahjussi :*


Dari stasiun Korea University, kami naik MRT menuju stasiun Gapyeong. Kemudian lanjut dengan taksi ke arah dermaga penyebrangan (tempat ferry menuju Nami Island berlabuh). Di dermaga ini kami membeli tiket masuk Nami Island yang sudah include dengan tiket pulang-pergi naik ferry. Uniknya, di gerbang loket tertulis "Welcome to Naminara Republic" dan tiket masuknya disebut dengan visa.



Sekitar 5 menit menyebrang dengan ferry, kami pun sampai di Nami Island. Kesan pertama terhadap pulau ini adalah "kering". Tampak jejeran pohon pinus yang sudah tidak berdaun dan karena masih awal musim dingin, jadi salju juga belum tampak. Akhirnya, kami yang kurang kerjaan ini malah bermain dengan daun-daun kering yang berguguran di tanah :p



Selain itu, kesan yang didapat dari pulau ini adalah melankolis. Tampak banyak spot berlambang hati di sini. Love is everywhere <3




Tidak terasa sudah waktunya makan siang. Kami pun masuk ke sebuah restoran dan memesan gamja jeon (pancake kentang) yang rasanya "tidak ada rasanya". Untung saja kami membawa sambal sachet kemana-mana :p


Setelah makan siang, kami menuju Nami Library untuk shalat. Di sini terdapat sebuah mushala yang sangat nyaman untuk ukuran negara dengan mayoritas penduduk non-muslim. Selesai shalat, kami berjalan-jalan lagi sebentar sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali ke Seoul. Rencananya dari sini kami akan berkunjung ke Gyeongbokgung (istana kerajaan).


Saat sedang menunggu kereta ke Seoul, tiba-tiba kami dihampiri oleh seorang kakek. Ternyata dia adalah tourist information (tertulis di papan nama yang dikalungkan di lehernya). Dia mengajak kami ke sebuah ruang tunggu dengan penghangat (mirip seperti ruang merokok). Selain penghangat, di ruangan ini juga terdapat informasi kapan kereta akan datang. Kalau tahu dari tadi, pasti kami tidak perlu berpelukan sambil loncat-loncat karena kedinginan :D

Sambil menunggu kereta, kakek tadi mengajak kami berbincang-bincang. Meskipun bahasa Inggrisnya pas-pasan, tapi dia terus saja mengoceh tentang banyak hal. Kami pun hanya mengangguk-angguk sambil tersenyum :p

Dari stasiun Gapyeong, kami harus pindah kereta di sebuah stasiun (saya lupa namanya). Saat itulah sebuah kejadian "dodol" terjadi. Sudah hampir setengah jam menunggu, tapi kereta berikutnya tidak juga datang. Bahkan saya sudah minum segelas coklat panas dan makan odeng untuk menghangatkan badan (ada vending machine dan kedai makanan di dekat tempat kami menunggu). Ternyata saudara-saudara...kami salah jalur! Setelah sadar, kami segera berlari ke jalur yang benar dan tidak sampai 5 menit keretanya datang. Alhasil, kami hanya bisa melihat Gyeongbokgung dari luar saja karena sudah tutup :|

Di depan gerbang utama Gyeongbokgung (Gwanghamun) terdapat Gwanghamun Square. Di sini terdapat patung King Sejong "The Great of Joseon" dan Admiral Yi Sun-sin.

Patung King Sejong "The Great of Joseon"

Di Depan patung Admiral Yi Sun-sin

Dari Gwanghamun Square, kami berjalan kaki ke arah Cheonggyechon (anak sungai yang menjadi salah satu meeting point di Seoul). Saya amazed ketika pertama kali melihatnya. Sungai ini ditata dengan indah dimana terdapat banyak lampu dan benda seni di sekitarnya.


Berhubung hari ini kami sangat random, dari Cheonggyecheon kami menuju Gangnam Tourist Information Center. Menurut informasi yang kami dapat, di lantai 2-nya terdapat K-wave Experience Zone dimana para pengunjung bisa merasakan menjadi seperti artis Korea. Tapi karena sudah tutup, akhirnya kami masuk ke sebuah restoran barbecue di sekitar situ. Menurut kami daging panggangnya sangat enak. Sepertinya restoran ini merupakan salah satu restoran favorit di Seoul karena di dinding restoran terpampang banyak foto artis Korea yang pernah berkunjung ke sini.


Setelah selesai makan, kami memutuskan untuk kembali ke hotel. By the way, ada yang berbeda dari stasiun-stasiun MRT di daerah Gangnam. Selain dipenuhi oleh iklan-iklan operasi plastik, di sini juga banyak spot promo untuk serial drama yang sedang tayang. Kebetulan saat itu sedang ada promo untuk serial drama I Can Hear Your Voice yang diperankan oleh Lee Jong Suk. Oppa! >__<


Komentar

Postingan Populer