Senin, 15 Juni 2015

Annyeong Seoul! (Part 1)

Perjalanan satu ini, termasuk salah satu perjalanan lama saya. Sekitar akhir November 2013 lalu, saya menemani adik perempuan saya (Nabila) ke Seoul. Ceritanya dia mau membeli bahan/kain untuk last collection di kampusnya. Katanya bahan yang diinginkannya tidak ada di Jakarta. Who care! Yang penting saya bisa ke Seoul gratis. Syukur-syukur bertemu dengan Lee Min Ho di jalan :D

Saya dan Nabila berangkat dari Terminal 3 Soekarno-Hatta International Airport (SHIA) sekitar pukul setengah 9 malam dengan menggunakan penerbangan Air Asia. Kemudian kami transit di LCCT Kuala Lumpur International Airport/KLIA (sekarang sudah pindah ke Terminal 2 KLIA) dan melanjutkan penerbangan ke Seoul dengan menggunakan Air Asia X. Ukurannya boleh lebih besar, tapi fasilitasnya tidak jauh berbeda dengan yang biasa (no TV). Hiks! Untung saja saya sudah mempersiapkan iPod dan novel agar tidak bosan selama di perjalanan.

 
(source: honvee.blogspot.com)

Enaknya perjalanan jauh di malam hari adalah kita bisa tidur di pesawat dan menghemat biaya hotel. Meskipun saya lumayan terganggu dengan penumpang di sebelah kanan saya (Nabila duduk di sebelah kiri saya). Selain makan tempat, dia juga mendengkur sepanjang malam :|

Sekitar pukul setengah 9 pagi waktu Seoul, saya dan Nabila tiba di bandara Incheon. Setelah melewati imigrasi dan mengambil bagasi, kami langsung menuju halte airport limousine bus (bus Damri kalau di Jakarta) dengan tujuan stasiun Cheongnyangni. Sebelum menuju halte bus (yang terletak di bagian luar), dari dalam kami melihat banyak orang yang tidak menggunakan baju tebal (hanya memakai pakaian 1 lapis). Padahal saat itu suhunya 2 derajat Celcius dan sudah masuk musim dingin (salju pertama sudah turun seminggu sebelum kami datang). Dengan percaya diri, kami yang belum menggunakan coat pun keluar. Tapi begitu pintu bandara terbuka, tiba-tiba, brrrrrrr..sumpah-serapah keluar dari mulut kami karena kedinginan. Kami pun segera kembali masuk ke dalam untuk menggunakan coat serta sarung tangan.

PELAJARAN HIDUP: Jangan tertipu dengan penduduk lokal di negara 4 musim yang menggunakan pakaian tipis/terbuka saat musim dingin. Mereka sudah biasa, kita jangan coba-coba!


Setelah membeli tiket bus (bisa di loket atau langsung bayar ke supir busnya) dan menunggu sebentar di halte, bus yang akan kami tumpangi pun datang. Sebelum berangkat, supir bus meminta seluruh penumpang untuk memakai seat belt. Bahkan ia mengecek satu-persatu penumpangnya, baru setelah itu bus jalan. Cool! Yang seperti ini patut untuk dicontoh, nih (y)

Setelah hampir 1,5 jam di bus, kami pun tiba di halte stasiun Cheongnyangni. Dari situ kami berjalan sedikit ke arah Hotel Flower Tourist berada. Awalnya kami berniat untuk check-in dulu, baru setelah itu berkunjung ke Dongdaemun Shopping Complex (pusat kain dan fashion). Tapi ternyata hotel bintang 2 ini baru memperbolehkan kami check-in pukul 2 siang. Karena sudah hampir jam makan siang, kami pun memutuskan untuk menitipkan koper di resepsionis, lalu mencari makan di sekitar stasiun Cheongnyangni.

Di Depan Lotte Department Store Cheongnyangni

Kebetulan stasiun ini terhubung dengan Lotte Department Store. Kami pun langsung menuju supermarket-nya dan membeli gimbap (sushi) serta yangnyeom tongdak (ayam goreng pedas manis) sebagai menu makan siang. Di area luarnya, kami melihat banyak aneka jajanan kaki lima. Sebelum kembali ke hotel, kami membeli beberapa buah odeng (kue ikan) sebagai pencuci mulut :p

(source: brightstaredu.net)

Sampai di hotel, ternyata masih sekitar pukul 1 siang. Tapi karena resepsionisnya kasihan melihat 2 anak gadis manis terdampar di negeri orang, akhirnya dia memperbolehkan kami untuk early check-in. Gomawo eonni :*

Setelah beristirahat sebentar, mandi, dan shalat, sekitar pukul 3 sore kami berangkat menuju Dongdaemun Shopping Complex. Dari stasiun Cheongnyangni, kami naik MRT menuju stasiun Dongdaemun. Sesampainya di sana, ternyata banyak toko kain yang sudah tutup. Kami baru tahu kalau pada musim dingin siangnya lebih pendek dibandingkan malamnya. Alhasil kami harus kembali lagi ke situ lusa (kami datang Sabtu dan Minggu pasar kainnya tutup).

PELAJARAN HIDUP: Cek terlebih dahulu hari libur/hari besar/pembagian waktu tempat yang akan dituju!

Akhirnya, kami memutuskan untuk membeli oleh-oleh saja di Doota! (salah satu mall di Dongdaemun). Di lantai paling atas Doota! terdapat sebuah toko souvenir dengan harga yang lumayan bersahabat. Selain itu, pelayan tokonya juga bisa berbahasa Indonesia. Cool!

Kami pun membeli beberapa pasang sumpit dan sendok khas Korea serta makanan kering sebagai oleh-oleh. Selesai berbelanja, kami memutuskan untuk kembali ke hotel saja karena kecapaian setelah semalaman duduk di pesawat. Tidak lupa, di jalan pulang kami mampir ke sebuah kedai jajanan kaki lima dahulu untuk membeli odeng. Yuuummmm..!

Di Depan Heunginjimun (Dongdaemun Gate)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar