Kamis, 18 Juni 2015

Annyeong Seoul! (Finale)

Hari ini hari terakhir kami di Seoul. Setelah sarapan, saya dan Nabila kembali ke Dongdaemun Shopping Complex untuk membeli kain. Pasar kain Dongdaemun kurang lebih mirip seperti Pusat Grosir Tanah Abang. Hanya saja lebih rapi dan para penjualnya tampak fashionable.

(source: citrawidiastuti.wordpress.com)

Setelah hampir 5 jam berkeliling, kami pun menuju area foodcourt dan memesan rabokki (ramen + tteokbokki) sebagai menu makan siang.


Selesai makan, kami berkunjung ke Gangnam Tourist Information Center. Nabila masih penasaran dengan K-Wave Experience Zone yang ada di situ. Sebelum naik MRT, kami menitipkan barang belanjaan di coin locker yang ada di dalam stasiun.

Sesampainya di Gangnam Tourist Information Center, kami langsung menuju lantai 2. Lantai itu dipenuhi berbagai hal yang berhubungan dengan dunia entertainment Korea, baik K-pop maupun K-drama. Bahkan di sini tersedia kostum bagi pengunjung yang ingin bergaya ala artis K-pop. For a good news, it's FREE!

Gangnam Style Ala Nabila

Jo In Sung & Song Hye Kyo dalam That Winter, The Wind Blows

EXO's Handprints

Mendadak EXO-L

FT Island's Corner

Selain itu, di sini juga terdapat mini store yang menjual original CD musik K-pop, original DVD serial drama Korea, serta souvenir dari para artis. Kami pun membeli sebuah CD dari salah satu boyband ternama sebagai oleh-oleh. Setelah puas "ngacak-ngacak" K-Wave Experience Zone, selanjutnya kami berkunjung ke Myeong-dong. It's shopping time!


Myeong-dong merupakan salah satu pusat perbelanjaan di Seoul, khususnya untuk kosmetik. Di sini berjejer berbagai store dari brand kosmetik Korea, seperti Etude, Face Shop, Nature Republic, dan masih banyak lagi. Selain itu, harganya 1/3 dari harga di Jakarta dan setiap masuk toko, biasanya pengunjung diberikan sample produk. We called this place as HEAVEN!



Setelah keluar-masuk toko kosmetik untuk membeli oleh-oleh, kami pun masuk ke sebuah restoran barbecue. Cuaca dingin sepertinya membuat kami cepat lapar :p


Tidak terasa hari mulai gelap. Setelah makan, kami berjalan ke arah bukit Namsan (tempat Namsan Tower berada). Letaknya tidak terlalu jauh dari Myeong-dong. Bahkan bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Tapi karena hari sudah gelap, kami pun memilih untuk naik cable car saja.

Namsan Tower merupakan sebuah menara pemancar radio yang kini dijadikan sebagai tempat wisata untuk melihat Seoul dari ketinggian. Di dalamnya terdapat lantai observatorium, museum Teddy Bear, dan restoran. Sayangnya saat kami datang museum Teddy Bear-nya sedang direnovasi :(

(source: worldseyeview.com)

Selain bisa melihat kota Seoul dari ketinggian, di lantai observatorium juga terdapat "The Highest Post Office" dimana pengunjung bisa mengirimkan kartu pos dengan gratis. Jika tidak punya kartu pos dan perangkonya, pengunjung bisa membeli di mini store yang juga ada di lantai tersebut. Saya pun iseng mengirimkan kartu pos bergambar Namsan Tower untuk diri sendiri :p


Di sekitar menara, banyak spot yang diperuntukkan bagi pasangan. Lagi-lagi "love is everywhere". Hal ini mengingatkan saya pada suasana saat di Nami Island kemarin. Tampaknya orang Korea memang melankolis seperti dalam dramanya ya..:p





Semakin malam, udara di sini semakin dingin (sekitar -1 derajat Celcius). Kami pun mampir dulu di sebuah cafe untuk membeli coklat panas. Setelah itu, kami segera kembali ke stasiun Dongdaemun untuk mengambil barang belanjaan dan naik taksi menuju hotel.


Karena pesawat yang kami tumpangi ke Kuala Lumpur berangkat sekitar pukul setengah 10 pagi, maka sekitar pukul 5 pagi kami sudah check-out dari hotel dan naik airport limousine bus ke bandara. Kami tiba di LCCT KLIA sekitar pukul setengah 4 sore waktu Kuala Lumpur. Setelah hampir 3,5 jam transit, kami pun naik pesawat menuju Jakarta (sekitar pukul setengah 7 malam). Sesampainya di Jakarta, saya jadi merasa kegerahan. Entah kenapa tiba-tiba saya merindukan udara dingin Seoul :p

Tidak ada komentar:

Posting Komentar